Pentingnya Berhemat di Zaman

Hemat merupakan yang hal harus dilakukan di zaman sekarang, karena dengan adanya aplikasi belanja online membuat zaman sekarang semakin banyak keinginan yang ingin dimiliki, dengan mudahnya untuk berbelanja semakin meningkatnya pengeluaran untuk membeli sesuatu, dengan hanya menekan di handphone memudahkan seseorang untuk berbelanja. Namun untuk mengatasi tersebut setiap orang harus mampu menahan diri dari keingin sementara dan menekankan diri untuk mementingkan kebutuhan dibandingkan keinginan semata, maka dari itu kali ini akan membahas pengertian, dalil, manfaat, serta bagaiamana penerapannya di berbagai kehidupan sosial.

Hemat merupakan salah satu cara menjaga diri dari pemborosan ataupun dari menggunakan sesuatu dengan secara secukupnya dan tidak berlebihan. Secara pengertian dari KBBI kata “hemat” memiliki makna yaitu berhati-hati dalam menggunakan sumber daya, dan dalam perspektif Al-Qur’an “hemat” memiliki pengertian bahwa umatnya senantiasa menghargai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, hemat bukan berarti pelit tetapi hemat mengajarkan kita untuk menggunakan sesuatu dengan secukupnya agar terhindar dari pemborosan.

Pemborosan merupakan salah satu hal yang buruk. Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 27 dijelaskan bahwa pemborosan merupakan saudara dari para setan.Sebagai umat Islam berhemat merupakan amal saleh, Hemat menimbulkan kebaikan dan menjauhkan keburukan, hemat merupakan upaya dalam menjalankan ujian dari Allah SWT atas nikmat rezeki yang ia berikan kepada kita. Allah memberikan harta kepada manusia untuk melihat apakah manusia tetap bersyukur dan menggunakan harta tersebut atau melakukan pemborosan, kikir, serakah, bahkan cinta dunia.

Dengan berhemat, kita dapat memanfaaat rezeki yang kita miliki untuk berbagai hal lainnya. Misalnya, kita berhemat dengan membeli sepasang sepatu dengan harga tidak begitu mahal dan kegunaan yang fleksibel. Dengan begitu, kita dapat mengalokasikan duit yang ada untuk hal lain seperti membeli makan, kebutuhan lainnya, bahkan disisihkan untuk keadaan darurat. Dengan berhemat juga, kita dapat menjauhkan diri kita dari perilaku komsumtif dan mubazir harta. Dengan begitu, kita dapat menahan diri dari menggunakan duit untuk hal-hal yang tidak perlu dan mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan semata.Hadits mengenai hemat yang berbunyi, “Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan.” (HR Bukhari, Nasa’i, Ahmad, dan Ibnu Majah), sedangkan di dalam Alquran berbunyi sebagai berikut “dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian (Al-Furqan ayat 67). Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa kita harus bersikap untuk menggunakan sesuatu dengan secukupnya agar terhindar dari perilaku buruk juga senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Para ulama juga memandang hemat sebagai akhlak terpuji.

Berhemat menandakan seseorang mampu bersikap sederhana, menjaga diri dari sifat berlebihan, dan mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Dengan menghindari pemborosan, kikir, dan serakah, seseorang akan mampu menyeimbangkan hidupnya serta menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.Penerapan sikap hemat dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan di berbagai lingkungan. Dalam keluarga, sikap hemat diterapkan dengan mengatur pengeluaran rumah tangga sesuai kebutuhan, menggunakan listrik dan air secara bijak, serta menyisihkan sebagian rezeki untuk tabungan atau keperluan darurat. Anggota keluarga juga diajarkan untuk tidak membeli barang secara berlebihan dan lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan.

Dalam khidupan di kampus, sikap hemat diwujudkan dengan mengelola uang saku dengan baik, membeli perlengkapan kuliah sesuai kebutuhan, serta menghindari perilaku konsumtif seperti mengikuti tren yang tidak perlu dan nongkrong secara berlebihan. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas kampus secara optimal tanpa berlebihan sehingga dapat mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Sementara itu, dalam masyarakat, sikap hemat diterapkan dengan tidak berfoya-foya, menggunakan harta secara bijak, serta memanfaatkan rezeki untuk hal-hal yang bermanfaat seperti bersedekah dan membantu sesama. Dengan demikian, sikap hemat tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sesuai dengan sikap Rasulullah dan ajarannya.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *